Tujuh Langkah Menciptakan Gaya Kepemimpinan Sumber : okezone.com Tanggal Update / Pengiriman : 20-05-2010 Isi berita :
SEORANG pemimpin memiliki tugas yang sangat berat. Jika ia salah menerapkan gaya kepemimpinan, akibatnya bisa fatal. Bisa jadi, malah membuat produktivitas anak buahnya menurun.
SEORANG
pemimpin memiliki tugas yang sangat berat. Jika ia salah menerapkan
gaya kepemimpinan, akibatnya bisa fatal. Bisa jadi, malah membuat
produktivitas anak buahnya menurun.
Lantas bagaimana agar gaya
kepemimpinan bisa berdampak positif? Apa yang seorang pemimpin bawakan,
itu pula yang akan didapatkannya.
Pemimpin yang mampu memimpin
dengan baik pasti akan dihormati karyawannya. Ia tak hanya mampu bekerja
dengan baik, tapi juga menjadikannya sebagai atasan yang lekat dengan
citra yang baik dan mudah diingat karyawannya. Karena itulah, sebuah
gaya kepemimpinan yang tepat sangat perlu dimiliki seorang atasan.
Berikut
langkah-langkah untuk menciptakan gaya kepemimpinan yang tepat, seperti
diungkapkan Rebecca Hourston, Director of Programs Aspire, sebuah
perusahaan di bidang penelitian, seperti dikutip dari Womensmedia.
1. Berani dan penuh percaya diri
Agar
seorang atasan memiliki cahaya yang terang, ia harus memiliki keberanian
untuk melakukan sebuah tantangan besar. Saat akan mengambil sebuah
tantangan, seorang pemimpin harus berani mengambil risiko dan harus
terus berjalan, tak peduli yang dikatakan orang lain.
Di sini,
karakter yang kuat sangat diperlukan seorang pemimpin. Ia harus memiliki
kepercayaan diri yang tinggi bahwa apa yang akan dilakukannya ialah
sesuatu yang benar dan akan mendatangkan sebuah keuntungan bagi
perusahaan.
Inti dari gaya kepemimpinan ini ialah, jangan pernah
takut mengambil risiko dan jangan pernah takut melakukan kesalahan.
Untuk memunculkan sifat ini, sebaiknya atasan melakukan evaluasi, hal
penting dan menantang apa yang bisa dilakukannya.
Selain itu,
setiap hari selama satu minggu, buatlah tiga sampai lima hal tentang
gaya kepemimpinan yang efektif jika diterapkan, kemudian terapkan gaya
tersebut di minggu berikutnya.
2. Mempertajam kekuatan
Seorang
ahli di bidang Emotional Intelligence, Daniel Goleman, melakukan
penelitian terhadap gaya kepemimpinan di 500 perusahaan dan menemukan
beberapa tipe kepemimpinan yang menonjol, misalnya melihat jauh ke depan
(visionary), demokratis, dan senang melatih.
Nah,
carilah keahlian atau kekuatan Anda dan jadikan hal tersebut sebagai
gaya kepemimpinan Anda. Gaya kepemimpinan tersebut nantinya bisa menjadi
ciri khas Anda. Gaya tersebut juga menjadi kekuatan yang akan
mengantarkan Anda pada kesuksesan di dunia karier.
3.
Padukan beberapa gaya kepemimpinan
Meski memiliki ciri
khas gaya kepemimpinan, sebaiknya seorang pemimpin juga bisa memadukan
beberapa gaya kepemimpinan sekaligus dalam dirinya.
Dalam
penelitiannya, Goleman juga menegaskan bahwa para pemimpin yang sukses
umumnya memadukan beberapa gaya kepemimpinan pada dirinya karena satu
gaya saja tidak pernah cukup mengatasi masalah yang banyak.
Jika
misalnya seorang atasan pria harus banyak berinteraksi dengan karyawan
yang kebanyakan perempuan atau sebaliknya, gunakan pendekatan dengan
gaya kepemimpinan yang lembut dan penuh perhatian. Tapi, di saat
tertentu gunakan gaya kepemimpinan maskulin yang tegas.
Untuk
bisa memadukan beberapa gaya kepemimpinan dengan tepat, identifikasi
wilayah dan karyawan yang ada di bawah atasan, kemudian carilah gaya
kepemimpinan yang tepat untuk dipadukan dengan gaya kepemimpinan yang
menjadi ciri khasnya. Setelah itu, lihat hasilnya dan lakukan evaluasi
jika hasilnya belum maksimal.
4. Ciptakan tujuan
Untuk
menjadi seorang pemimpin yang baik, seseorang harus bisa
mengomunikasikan tujuan, visi, dan misi yang ingin dicapai timnya.
Dengan mengomunikasikan, ini akan membuat bawahan merasa terpacu untuk
mencapai target, dan atasan sang pemimpin juga bisa melihat bahwa
pemimpin ini bisa membimbing anak buahnya.
Untuk bisa menemukan
tujuan dan visi yang tepat, pelajarilah semua hal yang terjadi di luar
perusahaan. Setelah itu, tentukan tujuan, bangun kerja tim, dan gerakkan
mereka semua untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
5.
Pemberi semangat
Pemimpin yang terbaik adalah manusia
karena manusia bisa memberikan semangat dan mampu memotivasi
karyawannya. Pemimpin haruslah bisa menempatkan dirinya sebagai seorang
motivator saat karyawannya menemui halangan.
Seorang pemimpin
harus bisa melihat potensi setiap karyawannya hingga tiap karyawan bisa
memberikan yang terbaik bagi perusahaan.Karena itulah, seorang pemimpin
yang baik seharusnya selalu bertanya kepada dirinya sendiri, “apa yang
bisa saya berikan kepada tim saya hari ini?”
6. Seimbang
Setiap
pemimpin harus bisa mengukur risiko yang dihadapinya. Selain itu,
ciptakan waktu yang tepat untuk menikmati hidup di luar pekerjaan.
7.
Menjadi diri sendiri
Tak ada yang lebih baik selain
menjadi diri sendiri. Karena itulah, jadilah pemimpin yang sesuai dengan
kepribadian Anda, jangan berusaha untuk menjadi orang lain yang bukan
diri Anda.(Koran SI/Koran SI/nsa)